• Cewe 1: Tau gak sih si a jadian sama si b!
  • Cewe 2: Masa? Ih kan cowonya cakep, ko...
  • Cewe 3: Emang biasanya kalau cowonya cakep cewenya suka jelek, terus kalau cewenya jelek cowonya suka cakep.
  • Aku: Oh gitu, berarti cowo aku nanti bakalan jelek dong...

Banda Neira - Di Atas Kapal Kertas

Bersembunyi di balik tirai
Memandang jalan
Gadis kecil ingin ke luar
Menantang alam

Tapi di sana hujan
Tiada berkesudahan
Tapi di sana hujan turun membasahi semua sudut kota
Hapus tiap jejak jalan pulang

Berangkat di atas kapal kertas
Menggantungkan haluan
Menambal, menyulam, menghindari karam
Berangkat di atas kapal kertas
Bersandar ke layarnya
Di antara suka, di antara duka

Bersembunyi ia di dalam
Mengintai ruang
Gadis kecil merangkai kapal
Melipat jarak

Tapi di sana hujan
Tiada berkesudahan
Tapi di sana hujan turun membasahi semua sudut kota
Hapus tiap jejak jalan pulang

Berangkat di atas kapal kertas
Menggantungkan haluan
Menambal, menyulam, menghindari karam
Berangkat di atas kapal kertas
Bersandar ke layarnya
Di antara suka, di antara duka

  • Percakapan yang terjadi ketika ba'da Magrib...
  • Mamah: Teh suka baca Al-Qur'an ga?
  • Aku: Hmm lumayan
  • Mamah: Ah paling tiap malem ju'mat aja kan?
  • Aku: Gak setiap juga sih hehe
  • Mamah: Yang rajin ya, nanti kalau mamah udah meninggal siapa yang bakalan bacain yasin buat mamah...
Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar ikhlas? Jika semua yang kita inginkan segera terwujud, dari mana kita belajar sabar? Jika setiap doa kita terus di kabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhlas?
Dahlan Iskan

Tulisan yang dibuat ketika emosi.

"Jauhkan hatimu dari rasa benci".

Kata-kata itu selalu saya pegang, sebuah nasihat dari ustad semasa sd dulu. Tapi semakin dewasa banyak godaan yang membuat hati ini dihinggapi rasa benci. Oke kita tidak boleh membenci orang, tapi jika memang orang itu pantas dibenci? Saya sudah mencoba baik dan berfikir positif terhadapnya, tapi apalah arti semua itu jika tidak diikuti dengan perubahan sikapnya. 

"Fake". Mungkin banyak orang sering melakukannya, manis di depan tapi mengumpat dibelakang. Jujur, saya tidak suka dengan cara itu. Lebih baik saya tunjukan rasa terganggu saya daripada berpu-pura. Fake itu cape, serius. Suka atau tidak suka tapi beginilah saya. No need to be fake. Sakit, sakit sekalian. Jutek, jutek sekalian. Baik, baik sekalian. Daripada semakin dosa, lebih baik menghindar, atau sekalian menjauh. Karena saya menusia biasa, yang hatinya mudah dihinggapi bermacam-macam rasa.